Apabila saya membuka usaha, saya akan membuka usaha yang memiliki relasi dengan sektor
pariwisata, salah satunya adalah kuliner tradisional Indonesia. Alasannya adalah Indonesia sangat
kaya akan hidangan-hidangan tradisionalnya yang sebagian besar belum diketahui masyarakat
luas (contohnya : selat solo dari Surakarta, soto tangkar dari Jakarta, docang dari Cirebon, rujak
juhi dari Jakarta, dll.) dan saat ini banyak berdatangan food traveler atau masyarakat asing yang
ke Indonesia hanya untuk mencicipi kulinernya. Maka dari itu, saya berpendapat saat ini adalah
peluang yang sangat besar untuk memperkenalkan kuliner Indonesia di kancah internasional.
Selain itu, kuliner Indonesia juga dikenal dengan pengolahannya yang baik, dengan menggunakan
bahan-bahan dan rempah-rempah yang sangat berkhasiat bagi tubuh, jadi tidak masalah apabila
dikonsumsi dalam jangka panjang.
Strategi yang akan saya gunakan untuk membuat usaha ini semakin digemari masyarakat adalah
pertama saya harus mengetahui target pasar, contohnya situasi saat ini adalah saya ingin
berdagang makanan tradisional, jadi target pasar yang saya incar adalah wisatawan asing, orang
dewasa dan tidak menutup kemungkinan anak-anak. Selain itu, saya menggunakan konsep ’good
food, good price’ maksudnya adalah masyarakat mendapatkan makananan yang mereka inginkan
dengan harga yang rasional. Setelah mengetahui target pasar, maka saya akan dengan mudah
membuat rencana dan mengembangkan usaha saya. Disamping itu, ada beberapa strategi
pemasaran yang akan saya terapkan. Pertama, saya akan menggunakan sosial media, harga
promo, dan food testing gratis untuk soft opening , disitu saya akan melakukan survey sehingga
feedback dari konsumen dapat tertampung dan usaha yang saya kembangkan kedepannya dapat
menjadi lebih baik, dari segi harga, makanan, ataupun suasana dari tempat. Kedua, untuk
makanannya, saya akan mementingkan hygine, bahan makanan juga harus berkualitas dengan
produk lokal, dan variasi makanannya juga lebih banyak dan tentu saja dengan penyajian yang
menarik. Ketiga, untuk service yang diberikan kepada konsumen, saya akan melakukan training
setiap 5 bulan kepada setiap karyawan untuk mengetahui perkembangannya, saya juga akan
selalu memantau feedback dari konsumen, dan memilah mana-mana saja yang dapat
diimplementasikan usaha saya.




