TRAVEL DIGITAL DI ERA MILENIAL

Travel digital di era milenial, Pariwisata terbukti mampu meningkatkan ekonomi dan
perkembangan industri. Karenanya, Kemenpar mendorong pariwisata melalui penguatan SDM.
Yang jelas, pariwisata memiliki spektrum fundamental pembangunan yang lebih luas. Antara
lain sebagai alat persatuan dan kesatuan bangsa, penghapusan kemiskinan (poverty
alleviation), dan pembangunan berkesinambungan (sustainable development). Pariwisata di era
digital saat ini sangat berpengaruh penting bagi perekonomian negara dikarenakan dengan
pariwisata suatu negara dapat berkembang dan terkenal akan potensi wisata yang dimiliki oleh
negara tersebut, terlebih lagi pariwisata juga membuka / menciptakan lapangan pekerjaan bagi
masyarakat lokal sehingga membuat perekonomian di suatu daerah wisata dapat berkembang
& maju. Agar suatu tempat pariwisata dapat berkembang, maka diperlukan sumber daya
manusia yang berkualitas dan mampu bersaing dengan orang luar negeri. Untuk menciptakan
sumber daya manusia yang berkualitas diperlukan pelatihan untuk anak muda yang baru saja
lulus dari bangku kuliah yang sudah tersertifikasi keahliannya dalam suatu bidang pariwisata
dan juga memiliki pengalaman hang cukup di dalam bidanh pariwisata. Untuk mengembangkan
daerah pariwisata diperlukan juga peran media sosial yg berguna untuk mempublish dan
memasarkan suatu daerah pariwisata agar pariwisata di daerah tersebut dapat diketahui oleh
masyarakat luas sehingga akan menarik minat wisatawan baik wisatawan lokal maupun
internasional. Dengan adanya sosial media, para generasi milenial akan tertarik untuk berwisata
ke suatu daerah untuk diposting disosial medianya, umumnya para wisatawan milenial
berwisata untuk memenuhi hasrat di media sosial yang membuat kepuasan batin agar diakui di
media sosial. Maka dari itu media sosial di era travel digital milenial ini membuat pariwisata
yang belum dikenal menjadi terkenal dan yang populer semakin populer sehingga membuat
potensi pariwisata semakin berkembang dengan pesat.

Sudah menjadi hal umum jika pariwisata dunia dikuasai oleh milenial tourism. Maka itu, pariwisata di Tanah Air sudah harus menuju ke digitalisasi.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak para pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA untuk menggalakkan digital dan milennial tourism di Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pentingnya isu Digital & Millennial Tourism untuk dikembangkan dan digalakkan di Indonesia.

“Syaratnya go digital. Tanpa itu, kita tidak akan bisa bertumbuh makin tinggi. Dan kita sulit bersaing dengan pasar dunia yang semakin ketat,” kata Menpar Arief Yahya, saat Pelantikan sekaligus Rakernas DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) tahun 2019-2024 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin 8 April 2019.

Dia juga menekankan, Pemeritah terus mendukung industri pariwisata di Indonesia, untuk menjadikan sektor pariwsata menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar di Tanah Air salah satunya dengan cara digitalisasi.

Arief Yahya mengatakan, peran pemerintah melalui Kementerian Pariwisata yang paling utama adalah mendukung para pelaku Industri untuk tumbuh dan berkembang.

“Industri lead and goverment support. Pemerintah melayani industri bukan sebaliknya. Ini patut disyukuri komitmen kuat dari Industri dan harus dijaga oleh semua elemen Pentahelix, ABCGM (Academician, Business, Community, Government, Media). Kemenpar mendukung ASITA,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief juga menjelaskan pertumbuhan pariwisata di Indonesia menjadi salah satu paling tercepat di dunia. Untuk itu pemerintah fokus pada dua hal, yang pertama deregulasi dan yang kedua adalah digitalisasi.

Menurut dia, transformasi melalui digital saat ini paling tepat dilakukan karena hampir 70 persen wisatawan ke Indonesia sudah menggunakan digital. “Di pariwisata, ‘search and share’ itu 70 persen sudah melalui digital. Sudah tidak lagi bisa mengandalkan ‘walk in service’, menyuruh pelanggan datang langsung ke kantor travel agent untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata,” kata Menpar Arief Yahya.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started